• Home
  • >
  • Female
  • >
  • Fashion
  • >
  • 5 Desainer Lokal ini Sukses Berat Menggelar Show di Luar Negeri

5 Desainer Lokal ini Sukses Berat Menggelar Show di Luar Negeri

Setelah naik daun di negeri sendiri, waktunya mencoba panggung internasional. Inilah lima desainer lokal yang sukses di luar negeri.

Demi melebarkan sayap dan memperkenalkan koleksinya ke masyarakat dunia, 5 designer memamerkan karyanya di panggung fashion dunia. Istimewanya lagi, sebagian besar memakai kain tradisional lokal untuk koleksinya.

Anniesa Hasibuan

Di ajang bergengsi New York Fashion Week Spring/ Summer 2017, bulan September lalu, Anniesa yang memulai kariernya di 2015 berhasil menarik perhatian lewat busana bersiluet longgar bernahan sarung motif sarung Makasar dan motif lurik yang tertuang dalam tema d’Jakarta. Koleksi yang ditampilkan di atas panggung berupa potongan jumpsuit, kaftan, gaun, sampai luaran panjang. Supaya tampilannya makin mewah, wanita 30 tahun ini menambahkan detail bebatuan, payet, hingga aksen bordir.

Ardistia New York

Wanita dengan nama asli Ardistia Dwiasri ini asli Indonesia, hanya saja ia menamatkan kuliahnya dari Parsons School of Design, New York. September lalu, Ardistia sukses menggelar peragaan busana di Fashion Trade Show, Collection Premiere Moscow menampilkan 12 busana berpotongan simpel dan dinamis. Dikemas dalam balutan warna monokromatik. Pulang dari Moscow, ia mendapat banyak pesanan dari para buyers dan department store Eropa.

Rinda Salmun

A photo posted by Rinda Salmun (@rindasalmun) on

Wanita yang sempat bekerja untuk rumah mode Giorgio Armani ini di bulan September 2016 berhasil menggelar fashion show di Los Angeles Fashion Week. Sebanyak 50 koleksinya yang menunjukkan keindahan kain-kain Garut diperkenalkan ke pasar dunia. Menurut Rinda, misi ini nggak cuma memperkenalkan hasil jerih payahnya ke pasar luar negeri, tapi sekaligus juga mengapresiasi karya penenun lokal.

Monique Soeriaatmadja

Meroket lewat brand untuk anak muda, Alexalexa, Monique bersama dengan sang suami Sendy Soeriaatmadja mantap menciptakan brand baru, Soe Jakarta di tahun 2015 dengan signature traditional hand woven textile bergaya klasik timeless. Bulan Oktober 2016 lalu, Soe Jakarta punya kesempatan menggelar show dengan menampilkan 15 koleksinya di Fashion Kode, Seoul Fashion Week. Tema koleksi yang dibawakan terinspirasi dari sosok seorang Lee Miller, model tahun ’20-an yang alih profesi jadi war photographer dengan bahan dasar kain asli Flores, Bali, Pekalongan, dan Yogyakarta.

Nonita Respati

Desainer sekaligus pemilik brand Purana ini berangkat dari profesi jurnalis fashion. Nonita yang merintis Purana sejak 2008 ini telah berhasil menginjakkan 26 koleksinya di Los Angeles Fashion Week, September lalu. Demi menghasilkan inovasi pada material kain untuk koleksinya, Nonita menggunakan metode gabungan antara canting dan kuas, juga kuas penuh. dia akan menghadirkan sederet shirt dress yang feminin, beberapa tampilan two pieces dengan paduan celana sarong khas Purana.

Baca juga 4 Brand Tas Lokal Ini Terjual Laris Sampai Luar Negeri

Mau coba jadi desainer? Mungkin bisa mulai dengan merancang baju buat kamu pakai sendiri, dari bahan batik murah meriah, yang nggak akan bikin kantong bolong.

Categorised in: , ,

This post was written by Kak Moza