• Home
  • >
  • Female
  • >
  • 5 Wanita Indonesia yang Sukses Bekerja karena Passion-nya

5 Wanita Indonesia yang Sukses Bekerja karena Passion-nya

Mereka adalah sosok wanita Indonesia yang bekerja berdasarkan minat diri, dan mereka sukses karena pilihannya.

Kesuksesan tak datang tiba-tiba, semua sesuai dengan seberapa besar upaya kita. Di mana ada usaha yang giat, seiring waktu kesuksesan akan mengikuti langkah kita. Termasuk dalam hal memilih pekerjaan. Pilihan untuk nggak mengikuti latar belakang studi, namun bekerja sesuai passion atau minat diri, adalah sebuah keputusan yang tak mudah. Sosok 5 wanita Indonesia ini telah membuktikan, meski bekerja dalam konteks yang berbeda dengan latar belakang studi, namun mereka telah menuai sukses dan dikenal banyak orang.

Imelda Akmal

Imelda-3

Sosok Imelda Akmal memiliki latar belakang studi S1 arsitektur. Namun lepas studinya, ia memutuskan tak menjadi seorang arsitek praktisi. Imelda malah fokus dan terus mengasah kemampuannya dalam menulis. Apalagi di awal tahun 1990-an, ia melihat belum banyak buku arsitektur dan interior lokal yang diproduksi dan beredar di pasaran. Dan benar saja, tulisan-tulisan Imelda mulai dilirik salah satu penerbit besar di Indonesia. Seiring waktu, terbitlah buku-buku interior-arsitektur hasil tulisannya sendiri. Setiap tahun, rikuest akan penerbitan buku tersebut semakin bertambah, sampai akhirnya ia hingga kini sukses membuka dan memimpin studio penulisan khusus interior dan arsitektur.

Rahayu Saraswati

Saat menimba ilmu di Virgina (USA) dan London, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo memilih ilmu peran dan drama. Berasalan memang, karena Sara memiliki kecintaan terhadap dunia akting dan peran. Tahun 2009 ketika kembali ke negeri sendiri, ia menuangkan seni perannya di dalam film Merah Putih dan Darah Garuda. Sara pun juga tercatat sebagai produser dalam beberapa produk film lokal. Namun di tahun 2014, ibu satu orang anak yang memang memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi ini, memutuskan untuk menjadi politikus. Apalagi ia melihat generasi muda dapat memberi napas segar dan kontribusi positif dalam dunia politik. Hingga kini, Sara sangat menikmati tugasnya sebagai Anggota DPR Komisi VIII – Agama, Sosial dan Pemberdayaan Perempuan.

Marlene Hariman

Tangan apik dan ketelitiannya dalam merias wajah, membuat Marlene Hariman semakin dikenal. Wanita kelahiran 1984 ini termasuk dalam deret makeup artist yang jasanya banyak digunakan oleh para publik figur. Sebut saja penyanyi cantik Raisa, presenter Ayu Dewi, hingga Aurelie Hermansyah. Saat akhir pekan pun, job untuk merias pengantin sangat padat menantinya. Marlene yang berlatar belakang studi di London School of Public Relations ini memulai karir makeup-nya karena didaulat merias salah satu pemotretan cover majalah. Dari situ, kesempatan terus berdatangan dan Marlene menekuninya dengan sepenuh hati. Ia bahkan pernah dinominasikan sebagai Makeup Artist of The Year oleh salah satu media digital swasta.

Laila Munaf

A photo posted by Laila Munaf (@lailamunaf) on

Sosok Laila Munaf mengambil studi bisnis di Boston, Amerika Serikat. Semasa tinggal di sana, ia sering diajak tantenya mengikuti kelas Zumba, salah satu jenis workout yang dipopulerkan di Columbia. Laila rupanya jatuh cinta dan langsung mengambil sertifikasi mengajar di sana. Saat itu, ia tercatat sebagai wanita Indonesia pertama yang mengambil lisensi zumba. Sekembalinya ke tanah air, ia sempat bekerja di salah satu perusahaan dan mengemban tugas dalam soal keuangan. Namun, kecintaan terhadap zumba ternyata mengalahkannya. Laila pun memutuskan full time sebagai instruktur zumba, dan terus memperkenalkannya kepada masyarakat umum. Mulai door-to-door, sampai kini akhirnya ia telah membuka 3 studio olahraga sendiri di Jakarta. Laila kini semakin dikenal sebagai sosok yang sangat concern terhadap gaya hidup sehat.

Lala Bohang

A photo posted by Lala Bohang (@lalabohang) on

Salah satu ilustrator muda wanita berbakat yang dimiliki oleh negeri kita adalah sosok Lala Bohang. Siapa sangka ia sebenarnya memiliki latar belakang studi arsitektur dari Universitas Parahyangan. Rupanya hasil ilustrasi atau coretan tangannya lebih membuatnya dikenal banyak orang. Hasil coretan tangan Lala sudah meramaikan berbagai media cetak, hingga beragam pameran seni di dalam, maupun luar negeri. Lala juga tercatat beberapa kali mengadakan solo exhibition. Lala dikenal sebagai salah satu ilustrator yang khas dengan schematic black and white-nya. Di pengujung tahun 2016 ini, Lala bahkan sukses membuat proyek buku The Forbidden Feelings yang dianggapnya sebagai wadah dalam mengeluarkan segala obyek personal, yang tak terikat ruang dan waktu.

Sangat menginspirasi bukan? Untuk itu, nggak usah takut bekerja berdasarkan minat-mu ya, ladies!

This post was written by Diona Ratrixia