Sudah Mengalami 4 dari 6 Tanda-Tanda Ini, Kamu Siap Nikah

by admin_mozaic
Sudah Mengalami 4 dari 6 Tanda-Tanda Ini, Kamu Siap Nikah

Dengan berubahnya jaman, tolak ukur kesiapan seorang laki-laki untuk menikahi pasangannya bisa saja sudah berubah. Satu hal pasti, butuh keseriusan untuk memantapkan diri.

Kamu sudah berusia 25, atau sudah lewat, dan di hari Lebaran kemarin, kembali ditanya oleh keluarga besar kapan siap nikah? Padahal pasangan sudah punya, tunggu apa lagi? Seharusnya kalau sudah punya pasangan, satu kekhawatiran sudah berkurang ya, tapi mungkin kamu perlu cek 7 poin di bawah ini untuk semakin meyakinkan diri lagi bahwa kamu memang sudah siap untuk menikah.

Secara mental berani ambil risiko untuk siap nikah

Bisa saja saat membaca artikel ini kamu berusia di bawah 25 tahun, sudah memiliki pasangan yang lama dipacari dan merasa mantap menikah meski bekal hidupmu belum mantap. Tapi kamu yakin, saat menikah nanti maka rejeki akan terbuka dengan sendirinya. Beberapa orang percaya dengan sikap mental seperti ini. Jika tidak berani ambil risiko, maka yang ada kamu kelamaan menunggu dan nggak akan pernah yakin untuk menikah. Singkatnya, nggak ada waktu yang sebenar-benarnya tepat untuk menikah.

Sudah yakin dengan pasangan sekarang

Namanya patah hati itu menyakitkan, karena kita sudah terbiasa bersama seseorang dan tiba-tiba mereka tidak ada menemani hari-hari kita. Karena itu, saat kita bahkan sudah membayangkan hidup kita bersama pasangan sampai kakek nenek, atau tidak bisa membayangkan hidup tanpa mereka seperti apa, maka sebenarnya kamu sudah menemukan pasangan yang tepat untuk diajak menikah.

Mantap secara finansial

Ya, sebenarnya meski umur masih 25 atau di bawah itu, tapi sudah memiliki penghasilan yang oke, juga sudah punya pasangan, dan dia juga bekerja, hal berikutnya yang harus kalian lakukan adalah merencakan pernikahan. Mantap secara finansial di sini nggak hanya soal punya pekerjaan tetap, tapi juga punya tabungan, asuransi, dan barangkali kamu dan cewek kamu sudah memiliki tabungan bersama yang akan dipergunakan untuk persiapan ke depan. Apalagi kalau orang tua sudah menjanjikan akan membelikan rumah bila kamu sudah siap menikah. Sikat, bos!

Sudah capek nongkrong di luar dan mulai mencari ketenangan di rumah

Teman-teman seumuranmu masih senang janjian dengan teman-teman mereka yang lain untuk nongkrong, jalan-jalan, atau clubbing, sementara kamu setelah jam kantor yang terbayang hanya rumah, sofa yang nyaman dan nonton televisi berlangganan. Kamu merindukan ketenangan di rumah, dan seorang yang menantikanmu setiap pulang kerja. Kamu sudah membayangkan pacarmu sekarang bisa kamu temui setiap hari sepulang kerja. Maka sudah waktunya kamu nikahi dia.

Penasaran jadi orang tua bagaimana rasanya

Kalau kamu sudah penasaran bagaimana rasanya punya anak sendiri, dan semakin ke sini semakin menyukai anak kecil, mungkin sudah waktunya kamu menikah dengan pasanganmu supaya bisa cepat-cepat menggendong anak sendiri. Puaskan rasa penasaran kamu. Iya, nggak?

Sudah rajin menabung jauh-jauh hari untuk cita-cita berkeluarga

Ada, lho, tipe manusia yang menjadikan menikah sebagai tujuan utama hidupnya. Dan karena hal itu pula, baik sudah menemukan pasangan atau belum, mereka dengan sigap sudah mulai menabung untuk bisa menikah suatu hari nanti. Jadi, kalau nanti akhirnya menemukan pasangan dan merasa mantap, tak perlu khawatir lagi biaya pernikahan dari mana.

Kematangan mental memang relatif, tidak bisa diukur dari usia. Karena itu, ada sebagian orang yang berani menikah di usia muda. Mungkin dari semua poin di atas, mereka bisa mengiyakan semuanya. Bagaimana dengan kamu?

 

You may also like